• Kebaikan iman itu ialah dengan beramal
    saleh, kebaikan hati ialah dengan niat. Kebaikan niat ialah apabila dilandasi
    oleh keikhlasan karena Allah.

  • Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan Kesabaran.

 

  • Orang Yang berbahagia adalah orang yang dapat mengambil pelajaran
    dari peristiwa orang lain.


  • Paling dekat seorang hamba kepada Robnya ialah ketika ia bersujud, maka
    perbanyaklag do'a.
  • Tuntutlah ilmu, tapi jangan melupakan ibadah, dan kerjakanlah ibadah
    tapi tidak boleh lupa pada ilmu
  • Meneliti dan mengenal diri sendiri merupakan kunci rahasia mengenal
    Alloh.

Banyak kita dengar sebagian ibu-ibu menyaringkan
suara-suara mereka, mewanti-wanti dan memberikan ancaman kepada anak dengan
ungkapan "Kalau kamu begitu, Rabb-ku tidak akan mencintaimu, … Kalau
kamu begitu Allah akan menyiksamu, … Jika kamu terus begitu Allah akan
mengadzabmu, Allah akan memarahimu, … Allah akan menempatkanmu dalam api
neraka yang sangat panas".

Model demikian terkadang bisa menumbuhkan dalam
jiwa sang anak gambaran yang jelek. Benar, memang kita harus mengingatkan sang
anak dengan keagungan dan kemahakuasaan Allah, surga dan neraka sehingga tumbuh
dalam qalbu sang anak pengagungan terhadap Allah, takut kepadanya, hingga
terkumpullah padanya dua hal berharap sekaligus takut kepada-Nya.

Akan tetapi, tidak semestinya orang tua lebih
banyak mewanti-wanti, menakut-nakuti, kaitkanlah anakmu dengan Allah, ingatkan
ia akan luasnya rahma-Nya, keutamaan, dan kebaikan. Jika engkau ingin
memotivasi sang anak untuk berjiwa tulus, maka ingatkan kepadanya akan
keutamaan sifat tulus, Allah ta'alaa cinta kepada orang-orang yang tulus,
suruhlah sang anak untuk menjadi baik sebab Allah cinta kepada orang-orang yang
baik, dan maafkanlah kedhaliman yang menimpamu dari orang lain maka Allah akan
mengampunimu. Ingatkan ia dengan keutamaan Allah bahw ajika kita berbuat satu
kebaikan, Allah akan lipatgandakanmenjadi 10 kebaikan, motivasilah dia dengan
surga, kenikmatan dan segala hal yang berkaitan dengan surga. Dan ungkapkan
kepadanya bahwa kalau kamu ingin masuk surga, maka berbuatlah sesuatu yang
menjadi syarat dan tuntutannya.

Ada satu hal yang mesti
digarisbawahi; sebagian ibu-ibu tidak tega untuk menyuruh anak-anaknya untuk
mengerjakan sejumlah amalan shalih yang terkesan berat, seperti shalat di waktu
musim dingin, puasa, shalat shubuh. Bahkan mereka mengatakan, "Selama
belum diwajibkan kepadanya, maka aku tidak perlu menyuruhnya untuk melakukan
hal-hal itu."

Saya katakan, "Ketahuilah bahwa setiap
amalan shalih yang dikerjakan sang anak akan ditulis sebagai kebaikan baginya
dan ia akan menerima pahalanya; selama ia belum baligh maka setiap kebaikan
dicatat dan keburukan yang ia lakukan tidak dicatat. Dan motivasimu kepada
anak-anak untuk berbuat shalih, santun maka itupun akan membuahkan hasil yang banyak,
diantaranya:

  • Menambah tabungan kebaikan, sebab setiap
    kebaikan oleh Allah dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan;
  • Membiasakan anak-anak dengan aktivitas ibadah
    dengan cara yang lembut, hal ini dibutuhkan sebab sang anak masih kecil, maka
    jika dari kecil dibiasakan maka tidak sulit untuk mengarahkan ketika sudah
    besar. Berbeda keadaannya dengan anak yang tidak pernah dididik untuk itu.
    Misalnya anak yang dari kecil didik untukshalat shubuh tepat waktu maka tidak
    berat ketika sudah dewasa. Maka, siapa yang membiasakan sang anak untuk memakai
    gamis sejak kecil, maka ia tidak risih ketika sudah dewasa;
  • Ketahuilah bahwa engkau akan mendapatkan pahala
    sebagaimana kisah seorang perempuan yang anaknya meninggal dibawa kepada Nabi
    Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sang perempuan berkata, "Apakah
    untuk yang ini aku berhaji. Rasulullah menjawab, "Ya, dan engkau mendapat
    pahala." Imam Ibn Qayyim berkata, "Dan bila engkau memperhatikan
    kerusakan yang menimpa anak-anak, maka engkau akan mendapati bahwa mayoritas kerusakan
    itu berawal dari kedua orang tua."

Semoga Allah memperbaiki keadaan kami dan anda
semua, melimpahkan anak keturunan, isteri-isteri yang menyejukkan hati.
Shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad.

Hari ini Kamis, 09 Maret 2006, usia putera ku genap 2 tahun…..

Ayah..cuma bisa mendo’akan kamu semoga kamu diberi panjang umur, menjadi anak yang soleh, patuh dan sayang kepada kedua orang tua mu, selalu menjalankan perintah dan larangan Allah SWT, dan semoga kamu menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara serta keluarga…amiiin Ya Robbal Alamin..

Kemarin malam Sabtu, 18 Februari 2006 pkl. 20.00 WIB masuk rumah sakit dan kini di opname.

Satu lagi rejeki-Mu, Ya Alloh Ya Robbi….Kau limpahkan kepada kami, kau coba kami dengan sakitnya anakku dalam keadaan keuangan kami yang tak tentu ini.

Ya Alloh…Ya Tuhanku…..berilah rahmat dan rahim Mu…..kami tahu Kau tidak akan memberikan cobaan kepada hambaMu ini dengan cobaan yang tidak sesuai dengan kesanggupan kami, Kau yang Maha Mengetahui, Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang kami pasrahkan ini semua pada Mu, Ya Robb.

Hari ini aku mendapat khabar dari adikku Maya, bahwa Ibuku sakit terserang penyakit stroke ringan pada kaki dan tangan, aku hanya terdiam mendengarkannya.

Sedih, tentu..karena aku tidak bisa melihat dan menjenguk Ibuku, aku hanya dapat menulis di blog ini sebagai ungkapan hatiku.

Aku belum bisa membantu secara materi hanya mampu membantu dengan do’a saja;

Ya, Alloh….Ya Robb….Berilah kesembuhan dan kesehatan pada Ibuku, ampunkanlah dosa-dosanya, sayangilah dia seperti dia menyayangi diriku sejak kecil sampai sekarang, ya Alloh…..Ya Tuhanku kabulkanlah do’aku walau hanya lewat ini, Amiin Ya Robbal Alamin.

Aku rindu pada kampung halaman, Orang tua tercinta serta keluargaku di Bandarlampung

Rindu yang hanya dapat kupendam dihati

Ingin ku pulang bersama anak dan isteriku, berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman, tapi itu masih dalam batas keinginan yang belum terlaksana hanya karena masalah rejeki yang belum kami dapatkan.

Ya, Alloh. Ya Tuhanku.

Bukalah Pintu Rahmat dan Rahim Mu pada kami, agar kami dapat berjumpa dengan keluarga kami.

Berilah kami limpahan rejeki yang baik, rejeki yang membawa berkah bagi keluargaku

Ya, Alloh. Ya, Tuhan ku

Kuatkanlah Imanku, dalam menjalankan roda kehidupanku dan kuatkanlah imanku dalam menghadapi cobaan didunia yang fana ini.

Karena diriku percaya dan yakin padaMu.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. ( Al-Baqarah: 286)

 

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, “apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?”, jawab orang itu “tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu”,

lalu tanya prajurit itu lagi “seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas”, jawab orang itu lagi “tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis”.

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan,melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya “hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?” ,jawab orang kaya itu “bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku”.

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu “mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?”, mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi “atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?”, orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi

“tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?”, sambil menatap prajurit, orang itu menjawab “tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu”. “lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu” tanya prajutit itu lagi.

“Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting” jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran “mengapa bisa begitu?”, “bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan”

prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya “lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah Saya ambil”, “tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?” tanya prajurit lagi, “saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya,

inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini engan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini,untuk menjadikannya emas yang murni”, tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan mereka.

Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata “wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja” kata-kata aja itu disambut hangat oleh rakyatnya.

Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal “dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya”. Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya,dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

Dikutip dari : Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli: When We Have to Choice Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup :

  • Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar(setengah hari untuk memilih) Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda.
  • Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat,ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yangm memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objektiv siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak,”cinta selalu berjuang”, dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin). Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.
  • Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda,maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri,jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.

Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi ???, ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau meyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia ……..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.